IBX5980432E7F390 5 Trik Menggunakan Graphic EQ - Kunci Gitar Maniak

Comments

5 Trik Menggunakan Graphic EQ

faroesemusic - Sebelumnya kita sudah membahas cara-cara memakai dan membaca graphic EQ. Sekarang kita akan mempelajari kegunaan lainnya dari sebuah pedal graphic EQ.

Pada artikel sebelumnya sudah dibahas ihwal cara menggunakan dan memahami graphic EQ. Pedal yang satu ini memiliki banyak sekali kegunaan praktis selain untuk setting suara. Graphic EQ bisa jadi salah satu tools yang paling serbaguna untuk gitaris.

Fungsi Utama : Membetulkan Sound

Meskipun mampu menjadi tools untuk membentuk suara, fungsi utama graphic EQ adalah sebagai alat koreksi atau perbaikan pada bunyi instrumen, gitar, bass, akustik, atau instrumen lainnya.

Misalnya gitar kurang frekuensi bass, mid atau treble, tinggal kita atur dari graphic EQ. Tapi ternyata graphic EQ juga bisa digunakan untuk beberapa trik lainnya....

Sebagai Booster

Dengan posisi knob slider yang flat dan hanya memakai slider level saja, maka graphic EQ juga mampu berfungsi sebagai clean boost. Booster ditempatkan setelah efek distorsi/overdrive.

Boost atau booster digunakan utnuk menambah volume output tanpa merubah huruf bunyi gitar. Booster memiliki kegunaan untuk sound solo gitar.


Sebagai Gain Boost

Gain boost berarti menambah drive atau input volume pada efek seperti distorsi dan overdrive. Kita bisa mendapatkan gain boost dengan menempatkan booster sebelum overdrive.

Pada imbas seakan-akan Tubescreamer kadang gain nya tidak cukup besar. Dengan gain boost kita bisa mendapatkan gain lebih besar ke arah distorsi .


Untuk Mengurangi Feedback Dan Memperjelas Suara Gitar Akustik

Trik ini khusus untuk gitar akustik. Kadang gitar akustik elektrik bertemu dengan sound system besar bisa menyebabkan feedback di atas panggung, biasanya dari frekuensi rendah.

Cukup kurangi frekuensi di bawah 100Hz atau 80 Hz untuk mengurangi feedback. Dengan mengurangi frekuensi tadi juga bisa menciptakan suara gitar akustik lebih terperinci karena tidak terlalu banyak frekuensi low yang mendengung.

Graphic EQ kita tempatkan tepat sesudah gitar akustik. Jika kita memakai EQ dengan grup musik frekuensi yang banyak, kita mampu sekalian mengatur sound utama gitar akustik.

Sebagai Tambahan Preset Suara

Pedal graphic EQ sangat berguna bila kita membutuhkan lebih dari 1 macam bunyi. Misalnya untuk part bait lagu kita mengandalkan bunyi asli gitar kita. Kemudian kita membutuhkan setting suara lain reff, tanpa perlu utak-atik eq di ampli.

Kita bisa mengaktifkan graphic EQ sebagai komplemen variasi bunyi (lebih banyak mid dan bass misalnya). Berguna juga kalau amplifier gitar hanya ada 1 channel. Dengan graphic EQ mampu bertindak sebagai channel 2 nya.


Mengubah Pickup Humbucker Makara Single Coil Dan Sebaliknya!

Tidak mengubah dalam arti bergotong-royong... maksudnya membuat pickup humbucker bisa bersuara seolah-olah single coil.

Caranya, tinggal memotong frekuensi low atau 2 slider paling kiri dari graphic EQ. Agar imbasnya maksimal, graphic EQ harus berada di urutan efek paling depan sesudah gitar. Seberapa banyak frekuensi yang dipotong, tergantung dari selera kita. Kita bisa juga menambah atau mengurangi frekuensi lain sesuai kebutuhan

Tapi sebaiknya tidak dikurangi terlalu banyak lantaran akan mengurangi power bunyi pickup.

Untuk menciptakan pickup single coil bersuara seakan-akan humbucker, tinggal lakukan kebalikannya. Tapi sekali lagi jangan terlalu banyak menambah frekuensi low karena akan menutupi instrumen lain dan membuat bunyi gitar menjadi tidak jelas...


Ok sampai disini dulu artikel singkat ini, nantikan terus artikel menarik berikutnya hanya di faroesemusic !!

Berlangganan Untuk Mendapatkan Artikel Terbaru:

0 Komentar Untuk "5 Trik Menggunakan Graphic EQ"

Post a Comment